Cara Investasi di Platform Fintec Peer to Peer Lending

Pengertian Fintech Peer to Peer Lending (P2P Lending) adalah platform yang menghubungkan pemberi pinjaman (investor) dengan penerima pinjaman (debitur) secara online. Jika Anda memiliki dana berlebih untuk diinvestasikan tetapi tidak tahu harus diinvestasikan kemana, P2P Lending merupakan pilihan yang berguna untuk meningkatkan pendapatan sekaligus membantu orang lain mendapatkan pinjaman dana tunai untuk pengembangan usaha atau kebutuhan penting lainnya.



Belajar investasi keuangan ini pasti memiliki keuntungan dan risiko, seperti bunga pinjaman yang diberikan atau risiko kehilangan dana investasi akibat kredit macet. Hal tersebut dapat dihindari apabila Anda memahami beberapa cara berikut.

Pilih Platform yang Terdaftar OJK

P2P Lending memiliki potensi besar di masa depan sehingga orang berlomba-lomba memasuki industri ini. Sayangnya, banyak perusahaan fintech P2P Lending yang tidak terdaftar dan diawasi secara resmi oleh OJK. Banyak kasus investasi bodong di masyarakat akibat perusahaan yang tidak terdaftar di OJK. Maka dari itu, penting bagi calon investor untuk mengecek terlebih dahulu apakah platform tersebut terdaftar di website resmi OJK, seperti halnya Amartha platform fintech ojk yang sudah berpengalaman dalam melayani investor p2p.

Pilih Platform yang Aktif di Social Media

Karena relatif baru di Indonesia, edukasi berkelanjutan tentang P2P Lending penting dilakukan oleh pemerintah maupun platform penyelengga P2P Lending. Jika platform tersebut aktif memberikan edukasi, berinteraksi, merespon pertanyaan, serta menjawab keluhan pelanggan; maka itu dapat menjadi indikator positif bagi platform tersebut.

Mulai dari Nominal Kecil

Platform P2P Lending akan menawarkan berbagai skema. Untuk pemula, sebaiknya memilih platform yang memungkinkan kamu untuk berinvestasi kecil-kecilan terlebih dahulu. Dengan demikian, lender pemula dapat mempelajari sistemnya terlebih dahulu sehingga meminimalisir risiko.

Pilih Platform yang Menawarkan Agunan

Risiko P2P Lending paling besar adalah terjadinya Gagal Bayar atau Kredit Macet (Non-Performing Loan) yaitu dana yang diberikan sebagai pinjaman tidak bisa dikembalikan oleh peminjam. Penyebab NPL adalah penyalahgunaan dana pinjaman, kebangkrutan dari usaha peminjam, atau bencana alam yang menyebabkan usaha tidak dapat beroperasi kembali.

Untuk meminimalkan risiko, pilihlah platform yang menawarkan agunan. Agunan biasanya berupa invoice, purchase order, inventory (persediaan dagang), atau peralatan modal seperti mesin produksi. Jika terjadi keterlambatan pembayaran dari peminjam, penyelenggara P2P Lending bisa mengeksekusi agunan ini untuk membayar kembali pinjaman kepada lender.

Diversifikasi

Salah satu bentuk usaha untuk meminimalkan risiko P2P Lending adalah diversifikasi atau menyebar pinjaman ke banyak UKM. Banyak lender hanya berorientasi pada imbal hasil yang tinggi, tetapi tidak menyadari bahwa semakin tinggi imbal hasil maka risiko akan semakin tinggi juga. Menyebar pemberian pinjaman di banyak UKM menguntungkan karena apabila salah satu macet, yang lain masih lancar.

Putar Kembali Hasil Investasi

Salah satu daya tarik investasi adalah adanya konsep bunga berbunga dimana bunga yang didapatkan sebagai imbal hasil dapat dipinjamkan lagi ke UKM lain untuk menghasilkan bunga kembali. Alhasil dana akan berkembang lebih cepat dan potensi investasi bisa didapatkan secara maksimal.

Itulah beberapa cara yang harus dipahami sebelum memulai investasi online di fintech P2P Lending. Amartha merupakan platform yang dapat kamu jadikan pilihan sebagai instrumen investasi. Selamat mecoba dan semoga sukses!

Post a Comment

0 Comments